Gangguan Tidur
I. Tahap Awal
A. 1. Case Name : Pendekatan
2. Pre Condition : None
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Terapis menyambut klien
b. Terapis memperkenalkan diri
c. Terapis menanyakan kabar klien
d. Terapis membicarakan topik yang hangat atau hal umum lainnya
5. Post Condition : Menggali informasi klien
6. Actor Who Gets Benefits : Klien dan terapis
B. 1. Case Name : Menggali informasi
2. Pre Condition : Pendekatan
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Menanyakan latar belakang keluarga klien
b. Menanyakan tujuan klien datang pada terapis
c. Menanyakan harapan klien
5. Post Condition : Memilih terapi yang tepat
6. Actor Who Gets Benefit : Terapis
II. Tahap Kerja
A. 1. Case Name : Memilih terapi yang tepat
2. Pre Condition : Menggali informasi
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Menentukan jenis gangguan
b. Disesuaian dengan jenis terapi
c. Disesuaian dengan klien
5. Post Condition : Pelaksanaan terapi
6. Actor Who Gets Benefits : Terapis
B. 1. Case Name : Pelaksanaan terapi
2. Pre Condition : Memilih terapi yang tepat
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Kontrol stimulus
b. Mengadaptasi waktu tidur dan bangun yang lebih konsisten
c. Relaksasi
d. Restrukturisasi rasional
5. Post Condition : Controlling
6. Actor Who gets Benefits : Klien
III. Tahap Akhir
A. 1. Case Name : Controlling
2. Pre Condition : Pelaksanaan terapi
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Menanyakan klien mengenai kualitas tidur subjek setelah terapi
b. Menyocokan dengan hasil video yang telah dipasang terapis di ruang tidur
5. Post Condition : Evaluasi
6. Actor Who Gets Benefits : Terapis dan klien
B. 1. Case Name : Evaluasi
2. Pre Condition : Controlling
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Disesuaikan dengan tujuan awal klien
b. Disesuaikan dengan harapan klien
c. Klien diminta datang kembali menceritakan kualitas tidurnya
5. Post Condition : None
6. Actor Who Gets Benefits : Klien
Agorafobia
I. Tahap Awal
A. 1. Case Name : Pendekatan
2. Pre Condition : None
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Terapis menyambut klien
b. Terapis memperkenalkan diri
c. Terapis menanyakan kabar klien
d. Terapis membicarakan topik yang hangat atau hal umum lainnya
5. Post Condition : Menggali informasi klien
6. Actor Who Gets Benefits : Klien dan terapis
B. 1. Case Name : Menggali informasi
2. Pre Condition : Pendekatan
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Menanyakan latar belakang keluarga klien
b. Menanyakan tujuan klien datang pada terapis
c. Menanyakan harapan klien
5. Post Condition : Memilih terapi yang tepat
6. Actor Who Gets Benefit : Terapis
II. Tahap Kerja
A. 1. Case Name : Memilih terapi yang tepat
2. Pre Condition : Menggali informasi
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Menentukan jenis gangguan
b. Disesuaian dengan jenis terapi
c. Disesuaian dengan klien
5. Post Condition : Pelaksanaan terapi
6. Actor Who Gets Benefits : Terapis
B. 1. Case Name : Pelaksanaan terapi
2. Pre Condition : Memilih terapi yang tepat
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Penentuan tempat pelaksanaan terapi
b. Penyesuaian waktu dengan tingkat fobia klien
c. Pemberian stimulus
5. Post Condition : Controlling
6. Actor Who gets Benefits : Klien
III. Tahap Akhir
A. 1. Case Name : Controlling
2. Pre Condition : Pelaksanaan terapi
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Pengawasan selama terapi berlangsung
b. Klien diminta mempraktekan apa yang diterimanya selama terapi
5. Post Condition : Evaluasi
6. Actor Who Gets Benefits : Terapis dan klien
B. 1. Case Name : Evaluasi
2. Pre Condition : Controlling
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Disesuaikan dengan tujuan awal klien
b. Disesuaikan dengan harapan klien
5. Post Condition : None
6. Actor Who Gets Benefits : Klien
Kecemasan Perpisahan
I. Tahap Awal
A. 1. Case Name : Pendekatan
2. Pre Condition : None
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Terapis menyambut klien
b. Terapis memperkenalkan diri
c. Terapis menanyakan kabar klien
d. Terapis membicarakan topik yang hangat atau hal umum lainnya
5. Post Condition : Menggali informasi klien
6. Actor Who Gets Benefits : Klien dan terapis
B. 1. Case Name : Menggali informasi
2. Pre Condition : Pendekatan
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Menanyakan latar belakang keluarga klien
b. Menanyakan tujuan klien datang pada terapis
c. Menanyakan harapan klien
5. Post Condition : Memilih terapi yang tepat
6. Actor Who Gets Benefit : Terapis
II. Tahap Kerja
A. 1. Case Name : Memilih terapi yang tepat
2. Pre Condition : Menggali informasi
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Menentukan jenis gangguan
b. Disesuaian dengan jenis terapi
c. Disesuaian dengan klien
5. Post Condition : Pelaksanaan terapi
6. Actor Who Gets Benefits : Terapis
B. 1. Case Name : Pelaksanaan terapi
2. Pre Condition : Memilih terapi yang tepat
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Melakukan pendekatan terhadap keluarga klien
b. Memberikan solusi pada keluarga klien
c. Mengajak keluarga klien untuk berpartisipasi dalam proses terapi
d. Keluarga membujuk klien agar mau melakukan aktivitas sesuai intruksi terapis
e. Menyusun progam progesif bagi klien.
5. Post Condition : Controlling
6. Actor Who gets Benefits : Klien
III. Tahap Akhir
A. 1. Case Name : Controlling
2. Pre Condition : Pelaksanaan terapi
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Pengawasan terhadap keluarga klien
b. Pengawasan terhadap klien
c. Disesuaikan degan program yang telah dibuat
5. Post Condition : Evaluasi
6. Actor Who Gets Benefits : Terapis dan klien
B. 1. Case Name : Evaluasi
2. Pre Condition : Controlling
3. Actor Who Initiate : Terapis
4. Steps :
a. Disesuaikan dengan tujuan awal klien
b. Disesuaikan dengan harapan klien
5. Post Condition : None
6. Actor Who Gets Benefits : Klien