Gangguan Tidur
A. Pendekatan
Terapis memulai dengan memperkenalkan diri dan membuat klien menjadi nyaman saat berada di dekat terapis, nyaman dalam arti hubungan professional antara terapis dan kliennya. Sambutan kedatangan juga memegang peranan dalam jalannya terapi , lalu dilanjutkan dengan berbicara topik yang netral seperti keadaan cuaca atau hobi klien.
B. Menggali Informasi
Jika dalam pembicaraan yang netral klien sudah merasa bersahabat kemudian dapat terapis mulai dengan memasuki pembicaraan atau mengajak klien mulai dalam permulaan terapi, yaitu dengan menjembatani antara topik netral pada masalah yang akan dibicarakan. Klien dapat diminta untuk mengulangi pernyataannya jika terapis mengagap itu penting atau terapis dapat menggunakan alat perekam seperti recorder untuk memberi kemudahan bagi terapis sendiri.
Setelah diketahui masalah yang dihadapi klien, terapis mencoba menggali lebih dalam tentang hal yang dialami oleh klien agar tahu sejauh mana masalah yang dihadapi oleh klien.
C. Memilih Terapi yang Tepat
Setelah dilakukan penggalian informasi ternyata klien mengalami gangguan tidur, lebih tepatnya gangguan berjalan sambil tidur. Metode yang dapat digunakan untuk menangani gangguan tidur adalah terapi kognitif perilaku.
Terapi kognitif perilaku menekankan pada jangka pendek dan berfokus pada penurunan langsung kondisi fisiologis yang timbul, memodifikasi kebiaaaan tidur yang maladaptive, dan mengubah pemikiran yang disfungsional. Terapis kognitif perilaku menggunakan kombinasi dari beberapa teknik, termasuk kontrol stimulus, pemantapan siklus tidur-bangun yang teratur, latihan relaksasi, dan restrukturisasi.
D. Pelaksanaan Terapi
Kontrol stimulus melibatkan perubahan stimulus lingkungan yang diasosiasikan dengan tidur, teknik kontrol stimulus bertujuan untuk memperkuat hubungan antaratemapat tidur dan tidur dengan membatasi aktivitas yang dihabiskan di tempat tidur untuk dapat tertidur.
Klien didorong untuk menciptakan siklus tidur-bangun yang teratur dengan mengadaptasi waktu tidur dan bangun yang lebih konsisten.
Teknik relaksasi seperti pendekatan relaksasi progresif, juga dapat dilatih sebelum waktu tidur untuk membantu menurunkan tingkat kesadaran fisiologis.
Restrukturisasi rasional melibatkan alternatif rasional untuk mengganti kekalahan dari pemikiran atau kepercayaan maladaptif yang bersifat self defeating.
Terapis memberika instruksi pada klien dalam pelaksanaan terapi kognitif perilaku, sebagai berikut:
1. Beristirahat di tempat tidur hanya jika mengantuk
2. Sebisa mungkin membatasi waktu di tempat tidur hanya untuk tidur.
3. Jika selama 10 menit atau lebih belum bisa tidur tinggalkan temapt tidur, lalu lakukan aktivitas yang bisa menenangkan.
4. Melakukan rutinitas yang teratur.
5. Hindari tidur siang.
6. Hindari merenung di tempat tidur.
7. Tenangkan pikiran.
8. Menciptakan jadwal latihan fisik pada siang hari.
9. Hindari minuman yang mengandung kafein.
10. Mengganti pemikiran self defeating.
E. Controlling
Hal selanjutnya terapis akan melakukan pengontrolan dengan melihat perkembangan klien setelah melaksanakan instruksi yang diberikan. Klien diminta menceritakan bagaimana kualitas tidurnya setelah melakukan instruksi tersebut. Terapis juga bisa melihat hasil rekaman video yang telah dipasang oleh terapis diruang perawatan klien.
F. Evaluasi
Terapi telah mencapai tahap akhir evaluasi. Disini terapis mencoba mengevalusi perkembangan yang telah dicapai individu, hal ini disesuaikan dengan tujuan awal klien datang pada terapis. Apabila tujuan telah tercapai, klien tidak melanjutkan terapi lagi, atau bila terapis tidak dapat lagi menolong kien maka terapis akan merujuk pada terapis lain.
Sumber:
- Konseling dan Psikoterapi oleh Singgih Gunarsa, Jakarta: PT.BPK Gunung Mulia, 1996
- Psikologi Abnormal edisi kelima jilid 2 oleh Jeffrey S.Nevid, Spencer A.Rathus, dan Beverly Greene, Jakarta: Erlangga, 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar