Sebelum membahas mengenai peranan teknologi informasi dalam psikologi, mari kita bahas apa itu psikologi, profesi psikologi, dan teknologi informasi itu sendiri serta peranannya bagi seorang psikolog.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku. Perilaku itu meliputi segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Profesi psikologi bertujuan untuk memberikan pelayanan psikologi bagi manusia yang membutuhkannya.
Sementara itu teknologi informasi memiliki definisi sebagai berikut, menurut Haag dan Keen (1996), teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. Menurut Martin (1999), teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim/menyebarkan informasi. Sementara Williams dan Sawyer (2003), mengungkapkan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
Saat ini teknologi informasi telah merambah ke segala bidang baik itu pendidikan, ekonomi, kedokteran, arsitektur, dan lain sebagainya. Hal ini tidak lain untuk memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk dapat menjalankan tugas pekerjaannya. Banyak macam serta jenis dari teknologi informasi tersebut yang terdiri dari software dan hardware yang dapat memberikan manfaat sesuai dengan fungsinya bagi para pekerja yang menggunakan teknologi informasi.
Sebagai contoh sederhana, bila seorang psikolog ingin mencatat hasil observasi dapat menggunakan Microsoft word. Dan salah satu perkembangan teknologi terbaru yang berkaitan dengan psikologi adalah pembaca sidik jari, dari sini seorang psikolog dapat dengan mudah mengetahui minat kliennya. Tentunya pembaca sidik jari ini dapat lebih memberi kemudahan dan sebagai pendukung tambahan bagi psikolog dalam mengarahkan minat kliennya selain dengan pemeriksaan psikologis menggunakan tes psikologis yang ada.
Teknologi informasi telah berkembang pesat dari tahun ketahun dengan penemuan-penemuan terbaru, yang memberikan kemudahan-kemudahan bagi penggunanya tidak terkecuali dibidang psikologi. Psikolog dapat mengetahui minat seseorang melalui pembaca sidik jari dengan cara scan ibu jari atau bisa juga disebut dengan fingerprint scanner. Metoda fingerprint disebut juga teknologi dermatoglyphics.
Perkembangan ilmu dermatoglyhic dan dactiloscopy ilmu penelitian yang berkaitan dengan struktur sidik jari semakin memberikan gambaran adanya hubungan struktur biologis dalam hal ini sidik jari dengan sistem kerja otak. Pola-pola guratan yang ada pada sidik jari ternyata diketahui telah terbentuk ketika janin dalam kandungan usia 13-24 minggu, yang sekaligus berhubungan dengan perkembangan pembentukan otak.
Konsep fingerprint diajarkan di Brain Child Learning yang kini sudah menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu lembaga pelatihan pengembangan bakat yang ada di Jakarta adalah kantor Brain Child Learning di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Leonardus Eko W direktur eksekutif Brain Child Learning menjelaskan metode fingerprint atau sidik jari ini, dipercaya bisa mengetahui bakat anak sejak dini. Metode ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dengan akurasi 95%. Di sejumlah negara maju, metode ini bisa dipergunakan untuk panduan bakat mempersiapkan bibit unggul di bidang sains, seni, dan olah raga.
Menurut Reksa boeana (2010) semua fingerprint test menyajikan informasi tentang potensi kecerdasan yang disampaikan dalam bentuk ranking kecerdasan. Ranking tertinggi menunjukkan bakat individu. Semua fingerprint test menyajikan data Learning Type yang berisi informasi tentang optimalisasi belajar individu. Ada individu yang lebih baik belajar dengan cara visual, auditory atau sensory/kinestetik. Petunjuk ini sangat berguna bagi orang tua dalam membimbing anak belajar.
Tentu peranan teknologi informasi dengan software dan hardwarenya mampu memberikan manfaat yang penting bagi profesi psikologi. Salah satunya adalah fingerprint scanner, sebuah hardware yang mampu memberikan kemudahan dalam mengetahui minat seorang anak.
Sumber:
dahsyatnyasidikjari.com
mediaindonesia.com
pustaka.unpad.ac.id
reksaboeana.blogspot.com
teknik-informatika.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar